Minggu, 11 Januari 2009

REUNI KALIURANG 3P1 PADMANABA HARI PERTAMA


Hari Minggu siang tanggal 28 desember 2008……..adalah hari yang di tunggu-tunggu teman-teman 3P1 untuk berkumpul kembali. Sebagai koordinator reuni ini adalah Yoyok ……walau cuaca agak mendung, tidak menyurutkan semangat peserta reuni…..satu persatu peserta berdatangan di lokasi hotel Puri Indah Inn Kaliurang…..Krisnawan dengan keluarga, Dewi dengan keluarga , Gunarso dengan keluarga, Agus, Sarmo, Temu, Endang dengan keluarga, Rin, Susana dan keluarga, Pratomo dan keluarga, mbak Wiwit dan keluarga, Sinarejo, Suryo dan keluarga, Eko, Ibnu, Kumala dan keluarga, Yoyok dan keluarga, Ira dan keluarga, Kristiyo.. …..………ketemu di lobby hotel……saling salam, canda, melepas kangen……Niken, OkY dan Dedy dari kelas lain juga hadir meramaikan reuni 3P1……….Endang mulai membuka kue bikinan sendiri dan menawarkan ke teman-teman………

Di ruang pertemuan…..sudah mulai terdengar iringan orgen tunggal Vigara (Dewi yunior)..….dengan penyanyi mas Tatar (suami Endang) dan mas Widie (suami Dewi)…..teman-teman mulai sibuk menata oleh-oleh….tahu brontak, salak oleh-oleh Rin dan Niken, aneka kripik, wedang jahe oleh-oleh Gunarso…..dan beraneka macam makanan oleh-oleh dari teman-teman lainnya..………..

Para peserta sengaja dibiarkan saja…belum ada acara resmi…..masing-masing mengambil peran sendiri-sendiri….ada yang bercanda….ada yang mencari kamar….ada yang menikmati oleh-oleh…..ada yang menyanyi…ada yang jeprat jepret mengambil gambar….ada yang menyiapkan tayangan LCD……….ada yang sekedar ngobrol, saling berkenalan dengan anggota keluarga yang lain..…..

Pada pukul 18.00……peserta mulai masuk ke ruang pertemuan…..mulai ramai……..mulai bernostalgia menyanyi lagu lama…….duet…..trio……..sambil menikmati santap malam bersama.......

Setelah santap malam…acara dibuka dengan tayangan foto jadul (jaman dulu) dipandu oleh Gunarso..……suasana menyenangkan mengenang masa lalu, dengan komentar yang segar dari teman-teman…….komentar Ibnu, Eko, Suryo, Krisnawan….sungguh membuat acara reuni ini semakin ramai..….gembira….anak-anak juga menikmati acara tersebut….melihat tayangan foto jadul orang tuanya yang masih muda, culun, lucu, gondrong……..foto upacara, foto olah raga, foto acara kartinian, foto wisuda……

Malam semakin larut…iringan musik terus terdengar…gelak tawa semakin ramai….para penyanyi bergantian menyumbangkan suaranya…Ira dan mas Kotrik, Dewi dan mas Widie, Endang dan mas Tatar, mbak Wiwit, mbak Wega, Eko dan Suryo, Dedy, Endang Yunior, Gunawan Admiranto ..…….poco-poco bersama dipandu mas Tatar….dan malam itu semua menikmati makanan tengkleng (gulai kambing) dari Solo oleh-oleh Endang……..

Acara dilanjutkan dengan joget bersama “KURSI BERTUAH” dipandu oleh mas Widie dengan hadiah tas cantik, tupper ware dan hadiah utama adalah DVD Player Sanken (oleh-oleh dari Agus). Pasutri (pasangan suami isteri) berjoget memakai topi kertas berputar mengelilingi kursi yang akan diperebutkan diiringi lagu dangdut oleh penyanyi yogya Ertiana dkk (adik dewi). Ibnu dengan teriakan kocaknya memeriahkan acara ini, Temu ikut aktif membantu mengatur kursi, sedangkan Agus pemegang peluit tanda start merebut kursi. Pada acara ini para isteri dengan mesranya dipangku oleh suami, dan para suami mendapat ciuman dari sang isteri. Dan dua pemenang kursi bertuah adalah pasutri Gunarso-Menuk dan pasutri Susana dan mas Torry......Gunarso nampak bersorak karena malam itu jadi pemenang utama …bisa mendapatkan kursi bertuah. Yang tidak disangka Pandu (Gunarso yunior) ternyata mendokumentasikan acara ini dalam cuplikan video…..ini merupakan tayangan yang menjadi kenangan indah reuni 3P1.

Acara yang tidak kalah menariknya adalah “TEBAK KATA” dipandu oleh Vigara. Pada acara ini teman-teman menunjukkan kocaknya….mas Edy (suami mbak Wiwit) memperagakan doraemon yang tidak bisa ketebak, Ibnu memperagakan dewi persik, David (Suryo yunior) memperagakan ayam kate, Rosi (Yoyok yunior) dan Aditya (Susana yunior) juga tidak mau kalah ikut berperan dalam tebak kata. Krisnawan dengan kocaknya memperagakan wedus gembel……..dari luar hanya terdengar musik dan tawa ceria peserta reuni….

Jam 24 malam….peserta mulai istirahat….dan beberapa teman masih berkumpul di ruang pertemuan….. semua tertawa karena ulah kelucuan Eko dan Suryo….kalimat yang masih segar dalam ingatan adalah dialog antara Eko dan Suryo : Ini siapa ? CEO….Ini siapa ? dokterandus……perutnya ? buncit………geerrrr.......

Hari pertama reuni…..berakhir….semua istirahat, masing-masing mempunyai kenangan indah tersendiri…..dan hal istimewa yang diperoleh adalah bisa menyatunya teman-teman 3p1 dengan anggota keluarga yang lain…sungguh akrab…..para suami dengan akrabnya berbincang berbagai topik segar….para isteri saling bercanda…dan anak-anak bisa akrab main bola, Pandu, Gilang, Jati, Dito, Tiko, David……..padahal anak-anak baru pertama kali bertemu, baru saja berkenalan…namun hati mereka dipersatukan dalam sebuah keluarga besar….trah 3P1….

Terimakasih Tuhan……Engkau sungguh maha besar…..Engkau telah menyatukan kami di kaliurang ini menjadi satu keluarga besar….. ***demitri

Sabtu, 22 November 2008

Andaikan 3P1 Datang Kembali………

3P1 adalah salah satu kelas di SMA Negeri 3 Padmanaba tercinta pada tahun 1978 yang berlokasi di Kotabaru Yogyakarta yang lebih kondang dengan nama SMA 3B . Kelas ini beranggotakan 39 orang dengan komposisi 23 siswa laki dan 16 siswa perempuan. Angkatan ini mengalamai penyesuaian waktu pengajaran yaitu ada perubahan waktu kelulusan, mundur satu semester, sehingga siswa 3P1 ini lulus pada pertengahan tahun 1979. Setelah lulus SMA, warga 3P1 melanjutkan studi ke perguruan tinggi yang dipilih masing-masing.

Ciri khas kelas 3P1 yang tidak dimiliki oleh kelas lainnya di lingkup SMAN 3 Padmanaba yaitu, 75 % anggota 3P1 telah belajar bersama dalam satu kelas sejak kelas 1 SMA, sehingga selama 3,5 tahun kami belajar bersama, mengalami suka duka bersama. Sesama anggota sangat tahu betul, sifat dan perilaku masing-masing teman, ada yang selalu ceria, cerewet, pendiam, pemarah, usil, bandel……….betapa sangat menyenangkan kalau di kenang kala itu….

Dua tahun kemudian….seakan kami tidak mau berpisah…kembali 3P1 bertemu……..walau masing-masing sudah memiliki komunitas baru…sahabat baru, tetapi 3P1 tetap bersatu….tetap saudara seperjuangan……

Berjalannya waktu……kami berjuang sendiri-sendiri…untuk mencapai kesuksesan, kebahagian……berjuang mendapatkan ijazah….mencari pekerjaan….mencari pasangan hidup….membina keluarga…….bertemu dengan komunitas baru lagi…….

Tanpa terasa…………29 tahun kemudian…….kami dipersatukan kembali………Oh Tuhan betapa Engkau sangat menyayangi kami……kami bertemu kembali……mengenang masa lalu, mengenang suka duka, membuka kenangan lama, berfoto bersama..……. …..walau kami tidak bisa menahan tangis……dengan kehilangan tiga teman yang telah menghadap Mu begitu cepat……Etik, Sani, Lazuardi…….selamat jalan kawan, kami semua mencintaimu…….dan selalu akan mengenangmu……..

Seperti hidup pada 30 tahun yang lalu….kami saling berkomunikasi melalui telepun, SMS, milis dan bertatapan langsung…….tawa canda….hanya itu yang terpikir dalam benak kami……seakan tidak mau berpisah…. berpisah…..kami berjumpa..…berjumpa lagi….di Jakarta……bandung….Surabaya…..

Dan pada tanggal 28 desember nanti 30 tahun setelah kami meninggalkan SMA…..….kami akan berkumpul kembali di Yogyakarta….di sekolah tercinta…….untuk bernostalgia bersama keluarga…….mengucap syukur atas berkat dan anugerah yang telah kami terima…..dan akan mengungkapkan rasa terimakasih kepada sekolah….kepada guru-guru tercinta……..yang sebagian sudah tiada, sudah tenang di sisiNya…terimakasih bapak ibu guru……kami sangat menyanyangimu…..lihathah anak-anakmu pulang kandang................kami percaya engkau pasti tersenyum bahagia melihat kerukunan kami……..

Rasa hormat dan terimaksih kami untukmu , wali kelas …..ibu Retno almarhum, bapak Harsoyo, bapak Sugiyanto, kami akan datang…..walau kami masing-masing berbeda-beda kondisi, tapi itu semua tidak menyurutkan keinginan kami untuk bersatu..bertemu…kami akan menunjukkan….inilah anakmu 3P1 yang rukun, sehat dan tidak akan lupa untuk mengucap syukur atas bimbingan bapak ibu guru.***demitri


……….terlalu indah dilupakan………..terlalu sedih dikenangkan…………setelah aku jauh berjalan………..dan kau ku tinggalkan………

betapa hatiku bersedih…..mengenang kasih dan sayangmu….setulus pesanmu kepadaku….engkau kan menunggu

andaikan kau datang kembali…………jawaban apa yang kan ku beri……….adakah cara yang kau temui……….untuk kita kembali lagi……………

Kamis, 02 Oktober 2008

Inilah tempat Reuni 3P1 Padmanaba '79 di Puri Indah Inn, Kaliurang
28-29 Desember 2008

Kamis, 25 September 2008

Seperti Siapakah Aku Ini ?

Alkisah ada satu keluarga yang kaya raya……yang mempunyai tiga anak laki-laki Din, Dan dan Dun.....mereka hidup sangat berkelimpahan harta. Wajarlah kalau bapak sangat mencintai anak-anaknya…..dan bapak itu sangat tahu betul bagaimana sifat dan perilaku ke tiga anaknya.

Pada suatu hari, setelah anaknya menginjak remaja, bapak memberi tugas kepada anak-anaknya. Din, Dan, Dun…bapak sangat sayang pada kalian…bapak ingin kalian hidup rukun, sehat dan tidak kekuarangan apapun nantinya. Untuk kali ini bapak akan minta tolong pada kalian, yaitu untuk mengantar uang ini ke rumah Ujang, Sarti dan Yono….kasihan mereka, bapak ingin membagi rejeki kepada mereka. Din kamu antar ini ke rumah Ujang, Dan kamu ke rumah Sarti dan Dun kamu ke rumah Yono….berangkatlah ketiga anak tersebut.

Sampai di rumah Ujang, Din mengetuk pintu, tapi sepi sekali………….Ah nggak ada orang, tak simpan sajalah uang ini, kapan-kapan saya ke sini lagi….demikian pula dengan Dan, sampai dirumah Sarti….langsung diberikannya uang titipan bapaknya…uang itu di bungkus dengan kertas, lalu di masukkan ke dalam tas plastik kecil, supaya pantaslah ngasihnya…betapa gembiranya Sarti menerima rejeki yang tidak disangka……sedangkan Dun…..dia pergi ke toko pakaian…..belanjalah dia dengan uang itu, yang harusnya diberikan kepada Yono…...Ah Yono juga nggak tahu kalau mau dikasih, ntar bilang bapak, pokoknya sudah disampaikan, toh ini juga uang bapakku, enak aja Yono, nggak bantu apa-apa dapat uang….

Ketika malam tiba…mereka berkumpul…tanpa ditanya…Din bercerita, kalau uangnya masih ada padanya…nanti sajalah pak saya ke Ujang lagi. Dan dengan semangat cerita kalau tugas sudah selesai, dan cerita kalau uangnya tadi dibungkus biar rapi dan pantas. Dun pun juga lapor kepada bapaknya……kalau uangnya sudah disampaikan Yono. Bapaknya secara diam-diam mengamati ketiga anaknya…ekspresi wajah mereka berlainan…..tetapi bapak hanya komentar terimakasih ya, nanti bapak minta tolong lagi.

Suatu hari bapak memberi tugas yang sama lagi kepada ketiga anaknya……yang terjadi sama seperti sebelumnya. Din agak malas pergi, besuk sajalah saya kesana…..Dan, langsung mengemas uang tersebut dan bergegas ke rumah Sarti, sedangkan Dun, berpikir mau beli apa ya dengan uang ini….

Suatu saat bapak mulai bertanya kepada anak-anaknya……kapan Din kamu mau ke rumah Ujang? Mengapa kamu menunda-nunda tugas bapak ? Dun…kamu kok pakai baju baru, dari mana kamu mendapatkannya….? di kasih teman, jawab Dun tanpa menatap wajah bapaknya (Dun sudah mulai berbohong kepada bapaknya…..). Temanmu baik ya, boleh bapak berkenalan, biar bapak bisa berterimakasih ke temanmu….dengan marah Dun menjawab : Kenapa sih bapak ini, dikasih ya di kasih….Tidak bolehkah saya berterimakasih pada temanmu? Kata bapak lembut.

Walau demikian yang terjadi, namun bapak tetap memberi tugas kepada anak-anaknya, Din mendapat tugas mengantar uang dan barang ke rumah Ujang, yang rumahnya hanya beberapa meter saja. Dun…juga mendapat tugas mengantar uang dan barang dengan jumlah yang lebih kecil. Sedangkan Dan mendapat tugas lebih besar, Dan harus mengantar uang dan barang ke beberapa orang, karena tugasnya lebih berat, maka Dan diberi fasilitas mobil beserta sopirnya, di rumahpun Dan mendapat fasilitas kamar yang besar, karena memberi tempat dan kesempatan kepada Dan untuk membungkus dan menyiapkan barang yang akan diantar.

Semakin lama…bapak lebih banyak memberi tugas kepada Dan…..dan bapakpun mencarikan Dan, teman untuk membantu tugasnya, memberi baju-baju yang bagus, supaya Dan pantas apabila bertemu dengan teman-teman bapak, Dan pun dipegangi uang yang banyak untuk keperluan Dan selama bertugas…..

Dari cerita itu, saya mulai berpikir….seperti siapakah aku ini….? seperti Din, seperti Dan atau seperti Dun kalau saya mendapat tugas dari yang memiliki segalanya, dari Yang Maha Kuasa ? Saya merenung….dan merenung lagi…apakah saya ini Din, atau Dan atau Dun? Tuhan maha besar….segalanya bisa terjadi…tergantung bagaimana kita menjalankan tugas dari Nya….dan bagaimana kita mengungkapkan rasa syukur kita pada Nya atas amanah dan rejeki yang kita peroleh.***demitri

Sabtu, 16 Agustus 2008

PERTEMUAN CWIMI 5 AGUSTUS 2008 (Membahas Reuni Yogya, 28-29 Des 2008)

Reuni Cwimi (Membahas Reuni Akbar 3P1 Desember 2008)


Pertemuan ini di pelopori oleh profesor kita Yoyok, yang bertepatan ada pertemuan di Jakarta. Acara utama adalah membahas rencana reuni 3P1 Padmanaba desember 2008 nanti, dengan tema “Menginap tapi tidak tidur”. Biasa si dewi langsung kabar-kabar, sms dan telpun teman-teman, ternyata pada respon, sebagian teman-teman di Jakarta bisa hadir. Nah dengan melihat data yang dibuat denmas Gunarso, tanggal 5 Agustus tepat ulang tahun ketua dewan syuro kita Agus, jadi kebeneran sekalian merayakan ulang tahun.

Semua sudah diatur…jangan ada yang menulis selamat ulang tahun untuk Agus, supaya surprise….tapi skenario gagal, karena pagi-pagi Pratomo menulis ucapan selamat ulang tahun untuk Agus, disusul Gunarso (pembuat data base 3P1) dan dr. Endang. Nah ini rejekinya Agus…..kawan yang lama ngumpet ngurusi pilkada Jawa Timur, si Timur nimbrung ngucapin ulang tahun….komentar bu ketua Ani….mudah-mudahan Agus nggak buka email.

Tapi siang hari ada keraguan, karena Dewi dan Suryo agak lupa-lupa ingat…dulu pernah Agus nraktir kita-kita waktu 2IPA 1….katanya ulang tahun 5 Oktober…..(info dari Rini teman kita 2 IPA 1)….tapi biarlah..mau Agustus…atau Oktober…tetap saja kita rayakan…

Maka malamnya benar-benar kita merayakan ulang tahun Agus dengan tiup lilin kue tart yang sudah disiapkan….Agus, berkah dan doanya banyak, walau kado dari ATY-SBY batal dikirim….….mana ada ulang tahun dirayakan 2 kali dalam satu tahun.

Membahas rencana reuni dimulai, dipimpin ketua panitia reuni Yoyok….rapat diiringi tawa ria…sampai notulisnya bingung, mana yang ditulis….pating clebung…..paginya sudah pada minta hasil rapat…….notulis bingung..malah kabur….

Dengan santai tapi pasti….reuni disepakati tanggal 28 s/d 29 desember 2008 di Kaliurang Yogyakarta bersama keluarga…..dengan acara kangen-kangenan anggota 3P1….dan akan dihadirkan beberapa guru kita.....panitia sudah dibentuk…semua kebagian tugas…..Mari kita saling berusaha untuk mensukseskan reuni dari kita untuk kita………

Nanti ibu Ketua Ani…akan mengedarkan tas kresek hitam….tasnya agak gede, biar bisa nampung banyak….karena reuni nanti akan dihadiri dokter-dokter 3P1 yang sudah kondang….Tikno, Endang, Mbak Wit, Tuti, Susana, Ida dan terkun Suryo dengan terapi urine….

Terimakasih Yoyok, Suryo, Agus, Kris, Susana& yuniornya, Wiwik, Ira…….atas kehadirannya di Cwimi….tanpa kalian kemarin acara tidak akan ramai……Susunan panitia dan susunan acara reuni nanti sudah disusun………sedang diteliti oleh professor.

Reuni masih 5 bulan lagi…..waktu yang relative cukup lama untuk menjadwal ulang rencana kita masing-masing…..acara yang lain, bisa digeser dulu….demi 3P1….tanggal 28 dan 29 desember 2008…., tapi akan tearasa cepat….kalau kita tidak ambil bagian dalam persiapan……..ayo-ayo…..rame-rame,,,,,kita siapkan…ayo kita mimpi indah tentang reuni…....inga-inga thing…….*demitri

Rabu, 30 Juli 2008

Santun Di Jalan Raya…

Ini cerita seorang teman yang sedang opname di rumah sakit karena tertabrak motor di jalan, ketika saya menengoknya.

Ade : Aduh, kepalaku masih pusing.

Saya : Ooo…

Ade : Tapi untung anakku gak apa2, padahal aku nyeberang jalan sama dia.

Saya : Ooo…

Ade : HP ku sampai terpental, tapi nggak rusak….. suamiku pas nelpon waktu aku ketabrak.

Saya : Ooo…

Ade : Belanjaanku gak ada yang hilang, tapi ya acaraku di rumah jadi batal gara-gara aku di sini.

Saya : Ooo…

Ade : Polisiada di situ, nolong sih nolong, tapi sambil komentar……..” kalau nyeberang di tempatnya ya bu “.

Saya : Ooo…jadi kamu ketabrak, pas nyeberang tidak di tempat penyeberangan, menggandeng anak, bawa tas belanjaan banyak dan sambil terima telpun?

Menyeberang di jalan raya yang padat kendaraan memang menjadi pemandangan kita sehari-hari…menyeberang jalan yang ramai merupakan hal yang sulit bagi sebagian orang seperti saya. Saya termasuk orang yang takut menyeberang jalan, untuk mengatasi itu saya selalu menyeberang di tempat yang telah disediakan atau meminta orang lain untuk membantu.

Menyeberang jalan merupakan kegiatan yang sederhana, tetapi memerlukan konsentrasi yang tinggi, walau waktu yang diperlukan relatif pendek, tidak lama, penyeberang harus melihat kanan kiri, kadang harus berjalan cepat atau sedikit berlari, kadang harus berhenti sebentar untuk menyesuaikan kendaraan yang lewat terlebih dahulu.

Karena hanya memerlukan waktu sebentar maka sebagai penyeberang harus rela meluangkan waktu sedikit untuk berkonsentrasi penuh ketika menyeberang jalan. Apa sih ruginya apabila kita menunda sebentar untuk mengangkat telpun, ketika mau menyeberang jalan, atau tunda menyeberang untuk menerima telepun terlebih dahulu. Apalagi si penyeberang membawa barang banyak dan sambil membawa anaknya. Konsentrasi penuh, pegang kuat anaknya dan jangan terlalu repot dengan barang bawaan. Kalau kita belanja di tempat jauh dari tempat parkir mobil, maka kemas bawaan kita dengan rapi dan kuat, jangan sampai mengganggu orang lain atau kita sendiri, apalagi kalau kita harus naik angkutan umum, bis umum atau taxi.

Peristiwa yang dialami teman saya Ade, merupakan pelajaran berharga bagi saya…ketika kita menyeberang, ketika kita di jalan, di tempat umum, dimanapun kita berada, kita harus bisa membawa diri sebaik mungkin, jangan sampai perilaku kita merugikan kita sendiri atau orang lain di sekitar kita…….Saya mengajak pembaca semua untuk santun di jalan…..*demitri

Minggu, 20 Juli 2008

ADAKAH ORANG YANG AKAN MENDOAKAN KITA?

Sumber : Website Nggarum Mania.

Dituliskan kembali oleh Demitria.


Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7

malam dirawat di RS di ruang ICU. Disaat orang-orang terlelap dalam mimpi

malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang

terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, 'Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa

buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam

jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal

dunia.


“Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . “ kata si pengusaha ini

dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas

waktu yang sudah disepakati.


Tepat pukul 23.00, Malaikat kembali mengunjunginya ; dengan antusiasnya si

pengusaha bertanya, “Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang

berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi

kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit”.


Dengan lembut si Malaikat berkata, 'Anakku, aku sudah berkeliling mencari

suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu,

sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu

dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu' .


Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar

berupa TV, siapa saja 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu

terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil,

putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di

pipi mereka'.


Kata Malaikat, “Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu

kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap

akan kesembuhanmu”


Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, “ Tuhan, aku

tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku

tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam

bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk

popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu.

Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami,

mereka masih membutuhkan seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka

seorang diri.”


Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin

deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat'.


Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha

ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik.

Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya.


Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat

waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang

luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10

menit ada yang berdoa 47 orang.


Dengan setengah bergumam dia bertanya,'Apakah diantara karyawanku,

kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?'


Jawab si Malaikat, “ Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak

Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu

semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik.

Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah”. Si pengusaha

tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat

dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia

menjaganya sepanjang malam.


Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di

kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi

sambil memangku si bungsu.


Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,'Anakku,

Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi

meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00'.


Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang

47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang

pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan.


“Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang

lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja

dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.”


'Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran

kalauseorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah

melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu,

pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat

berdoa buatkesembuhanmu. '


Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak

terbeban untuk berdoa bagi orang lain.

Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya

kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada

saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang

yang mengasihi dia.

Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan

kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.

Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain... Sebaliknya perbanyaklah berdoa

buat orang lain.


Terima kasih, karena pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan

phisiknya, tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan pelan, “Ya TUHAN

saya mencintaiMU dan membutuhkanMU, datang dan terangilah hati kami

sekarang...!!!.