Kamis, 25 September 2008

Seperti Siapakah Aku Ini ?

Alkisah ada satu keluarga yang kaya raya……yang mempunyai tiga anak laki-laki Din, Dan dan Dun.....mereka hidup sangat berkelimpahan harta. Wajarlah kalau bapak sangat mencintai anak-anaknya…..dan bapak itu sangat tahu betul bagaimana sifat dan perilaku ke tiga anaknya.

Pada suatu hari, setelah anaknya menginjak remaja, bapak memberi tugas kepada anak-anaknya. Din, Dan, Dun…bapak sangat sayang pada kalian…bapak ingin kalian hidup rukun, sehat dan tidak kekuarangan apapun nantinya. Untuk kali ini bapak akan minta tolong pada kalian, yaitu untuk mengantar uang ini ke rumah Ujang, Sarti dan Yono….kasihan mereka, bapak ingin membagi rejeki kepada mereka. Din kamu antar ini ke rumah Ujang, Dan kamu ke rumah Sarti dan Dun kamu ke rumah Yono….berangkatlah ketiga anak tersebut.

Sampai di rumah Ujang, Din mengetuk pintu, tapi sepi sekali………….Ah nggak ada orang, tak simpan sajalah uang ini, kapan-kapan saya ke sini lagi….demikian pula dengan Dan, sampai dirumah Sarti….langsung diberikannya uang titipan bapaknya…uang itu di bungkus dengan kertas, lalu di masukkan ke dalam tas plastik kecil, supaya pantaslah ngasihnya…betapa gembiranya Sarti menerima rejeki yang tidak disangka……sedangkan Dun…..dia pergi ke toko pakaian…..belanjalah dia dengan uang itu, yang harusnya diberikan kepada Yono…...Ah Yono juga nggak tahu kalau mau dikasih, ntar bilang bapak, pokoknya sudah disampaikan, toh ini juga uang bapakku, enak aja Yono, nggak bantu apa-apa dapat uang….

Ketika malam tiba…mereka berkumpul…tanpa ditanya…Din bercerita, kalau uangnya masih ada padanya…nanti sajalah pak saya ke Ujang lagi. Dan dengan semangat cerita kalau tugas sudah selesai, dan cerita kalau uangnya tadi dibungkus biar rapi dan pantas. Dun pun juga lapor kepada bapaknya……kalau uangnya sudah disampaikan Yono. Bapaknya secara diam-diam mengamati ketiga anaknya…ekspresi wajah mereka berlainan…..tetapi bapak hanya komentar terimakasih ya, nanti bapak minta tolong lagi.

Suatu hari bapak memberi tugas yang sama lagi kepada ketiga anaknya……yang terjadi sama seperti sebelumnya. Din agak malas pergi, besuk sajalah saya kesana…..Dan, langsung mengemas uang tersebut dan bergegas ke rumah Sarti, sedangkan Dun, berpikir mau beli apa ya dengan uang ini….

Suatu saat bapak mulai bertanya kepada anak-anaknya……kapan Din kamu mau ke rumah Ujang? Mengapa kamu menunda-nunda tugas bapak ? Dun…kamu kok pakai baju baru, dari mana kamu mendapatkannya….? di kasih teman, jawab Dun tanpa menatap wajah bapaknya (Dun sudah mulai berbohong kepada bapaknya…..). Temanmu baik ya, boleh bapak berkenalan, biar bapak bisa berterimakasih ke temanmu….dengan marah Dun menjawab : Kenapa sih bapak ini, dikasih ya di kasih….Tidak bolehkah saya berterimakasih pada temanmu? Kata bapak lembut.

Walau demikian yang terjadi, namun bapak tetap memberi tugas kepada anak-anaknya, Din mendapat tugas mengantar uang dan barang ke rumah Ujang, yang rumahnya hanya beberapa meter saja. Dun…juga mendapat tugas mengantar uang dan barang dengan jumlah yang lebih kecil. Sedangkan Dan mendapat tugas lebih besar, Dan harus mengantar uang dan barang ke beberapa orang, karena tugasnya lebih berat, maka Dan diberi fasilitas mobil beserta sopirnya, di rumahpun Dan mendapat fasilitas kamar yang besar, karena memberi tempat dan kesempatan kepada Dan untuk membungkus dan menyiapkan barang yang akan diantar.

Semakin lama…bapak lebih banyak memberi tugas kepada Dan…..dan bapakpun mencarikan Dan, teman untuk membantu tugasnya, memberi baju-baju yang bagus, supaya Dan pantas apabila bertemu dengan teman-teman bapak, Dan pun dipegangi uang yang banyak untuk keperluan Dan selama bertugas…..

Dari cerita itu, saya mulai berpikir….seperti siapakah aku ini….? seperti Din, seperti Dan atau seperti Dun kalau saya mendapat tugas dari yang memiliki segalanya, dari Yang Maha Kuasa ? Saya merenung….dan merenung lagi…apakah saya ini Din, atau Dan atau Dun? Tuhan maha besar….segalanya bisa terjadi…tergantung bagaimana kita menjalankan tugas dari Nya….dan bagaimana kita mengungkapkan rasa syukur kita pada Nya atas amanah dan rejeki yang kita peroleh.***demitri

Sabtu, 16 Agustus 2008

PERTEMUAN CWIMI 5 AGUSTUS 2008 (Membahas Reuni Yogya, 28-29 Des 2008)

Reuni Cwimi (Membahas Reuni Akbar 3P1 Desember 2008)


Pertemuan ini di pelopori oleh profesor kita Yoyok, yang bertepatan ada pertemuan di Jakarta. Acara utama adalah membahas rencana reuni 3P1 Padmanaba desember 2008 nanti, dengan tema “Menginap tapi tidak tidur”. Biasa si dewi langsung kabar-kabar, sms dan telpun teman-teman, ternyata pada respon, sebagian teman-teman di Jakarta bisa hadir. Nah dengan melihat data yang dibuat denmas Gunarso, tanggal 5 Agustus tepat ulang tahun ketua dewan syuro kita Agus, jadi kebeneran sekalian merayakan ulang tahun.

Semua sudah diatur…jangan ada yang menulis selamat ulang tahun untuk Agus, supaya surprise….tapi skenario gagal, karena pagi-pagi Pratomo menulis ucapan selamat ulang tahun untuk Agus, disusul Gunarso (pembuat data base 3P1) dan dr. Endang. Nah ini rejekinya Agus…..kawan yang lama ngumpet ngurusi pilkada Jawa Timur, si Timur nimbrung ngucapin ulang tahun….komentar bu ketua Ani….mudah-mudahan Agus nggak buka email.

Tapi siang hari ada keraguan, karena Dewi dan Suryo agak lupa-lupa ingat…dulu pernah Agus nraktir kita-kita waktu 2IPA 1….katanya ulang tahun 5 Oktober…..(info dari Rini teman kita 2 IPA 1)….tapi biarlah..mau Agustus…atau Oktober…tetap saja kita rayakan…

Maka malamnya benar-benar kita merayakan ulang tahun Agus dengan tiup lilin kue tart yang sudah disiapkan….Agus, berkah dan doanya banyak, walau kado dari ATY-SBY batal dikirim….….mana ada ulang tahun dirayakan 2 kali dalam satu tahun.

Membahas rencana reuni dimulai, dipimpin ketua panitia reuni Yoyok….rapat diiringi tawa ria…sampai notulisnya bingung, mana yang ditulis….pating clebung…..paginya sudah pada minta hasil rapat…….notulis bingung..malah kabur….

Dengan santai tapi pasti….reuni disepakati tanggal 28 s/d 29 desember 2008 di Kaliurang Yogyakarta bersama keluarga…..dengan acara kangen-kangenan anggota 3P1….dan akan dihadirkan beberapa guru kita.....panitia sudah dibentuk…semua kebagian tugas…..Mari kita saling berusaha untuk mensukseskan reuni dari kita untuk kita………

Nanti ibu Ketua Ani…akan mengedarkan tas kresek hitam….tasnya agak gede, biar bisa nampung banyak….karena reuni nanti akan dihadiri dokter-dokter 3P1 yang sudah kondang….Tikno, Endang, Mbak Wit, Tuti, Susana, Ida dan terkun Suryo dengan terapi urine….

Terimakasih Yoyok, Suryo, Agus, Kris, Susana& yuniornya, Wiwik, Ira…….atas kehadirannya di Cwimi….tanpa kalian kemarin acara tidak akan ramai……Susunan panitia dan susunan acara reuni nanti sudah disusun………sedang diteliti oleh professor.

Reuni masih 5 bulan lagi…..waktu yang relative cukup lama untuk menjadwal ulang rencana kita masing-masing…..acara yang lain, bisa digeser dulu….demi 3P1….tanggal 28 dan 29 desember 2008…., tapi akan tearasa cepat….kalau kita tidak ambil bagian dalam persiapan……..ayo-ayo…..rame-rame,,,,,kita siapkan…ayo kita mimpi indah tentang reuni…....inga-inga thing…….*demitri

Rabu, 30 Juli 2008

Santun Di Jalan Raya…

Ini cerita seorang teman yang sedang opname di rumah sakit karena tertabrak motor di jalan, ketika saya menengoknya.

Ade : Aduh, kepalaku masih pusing.

Saya : Ooo…

Ade : Tapi untung anakku gak apa2, padahal aku nyeberang jalan sama dia.

Saya : Ooo…

Ade : HP ku sampai terpental, tapi nggak rusak….. suamiku pas nelpon waktu aku ketabrak.

Saya : Ooo…

Ade : Belanjaanku gak ada yang hilang, tapi ya acaraku di rumah jadi batal gara-gara aku di sini.

Saya : Ooo…

Ade : Polisiada di situ, nolong sih nolong, tapi sambil komentar……..” kalau nyeberang di tempatnya ya bu “.

Saya : Ooo…jadi kamu ketabrak, pas nyeberang tidak di tempat penyeberangan, menggandeng anak, bawa tas belanjaan banyak dan sambil terima telpun?

Menyeberang di jalan raya yang padat kendaraan memang menjadi pemandangan kita sehari-hari…menyeberang jalan yang ramai merupakan hal yang sulit bagi sebagian orang seperti saya. Saya termasuk orang yang takut menyeberang jalan, untuk mengatasi itu saya selalu menyeberang di tempat yang telah disediakan atau meminta orang lain untuk membantu.

Menyeberang jalan merupakan kegiatan yang sederhana, tetapi memerlukan konsentrasi yang tinggi, walau waktu yang diperlukan relatif pendek, tidak lama, penyeberang harus melihat kanan kiri, kadang harus berjalan cepat atau sedikit berlari, kadang harus berhenti sebentar untuk menyesuaikan kendaraan yang lewat terlebih dahulu.

Karena hanya memerlukan waktu sebentar maka sebagai penyeberang harus rela meluangkan waktu sedikit untuk berkonsentrasi penuh ketika menyeberang jalan. Apa sih ruginya apabila kita menunda sebentar untuk mengangkat telpun, ketika mau menyeberang jalan, atau tunda menyeberang untuk menerima telepun terlebih dahulu. Apalagi si penyeberang membawa barang banyak dan sambil membawa anaknya. Konsentrasi penuh, pegang kuat anaknya dan jangan terlalu repot dengan barang bawaan. Kalau kita belanja di tempat jauh dari tempat parkir mobil, maka kemas bawaan kita dengan rapi dan kuat, jangan sampai mengganggu orang lain atau kita sendiri, apalagi kalau kita harus naik angkutan umum, bis umum atau taxi.

Peristiwa yang dialami teman saya Ade, merupakan pelajaran berharga bagi saya…ketika kita menyeberang, ketika kita di jalan, di tempat umum, dimanapun kita berada, kita harus bisa membawa diri sebaik mungkin, jangan sampai perilaku kita merugikan kita sendiri atau orang lain di sekitar kita…….Saya mengajak pembaca semua untuk santun di jalan…..*demitri

Minggu, 20 Juli 2008

ADAKAH ORANG YANG AKAN MENDOAKAN KITA?

Sumber : Website Nggarum Mania.

Dituliskan kembali oleh Demitria.


Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7

malam dirawat di RS di ruang ICU. Disaat orang-orang terlelap dalam mimpi

malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang

terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, 'Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa

buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam

jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal

dunia.


“Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . “ kata si pengusaha ini

dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas

waktu yang sudah disepakati.


Tepat pukul 23.00, Malaikat kembali mengunjunginya ; dengan antusiasnya si

pengusaha bertanya, “Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang

berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi

kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit”.


Dengan lembut si Malaikat berkata, 'Anakku, aku sudah berkeliling mencari

suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu,

sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu

dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu' .


Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar

berupa TV, siapa saja 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu

terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil,

putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di

pipi mereka'.


Kata Malaikat, “Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu

kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap

akan kesembuhanmu”


Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, “ Tuhan, aku

tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku

tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam

bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk

popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu.

Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami,

mereka masih membutuhkan seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka

seorang diri.”


Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin

deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat'.


Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha

ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik.

Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya.


Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat

waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang

luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10

menit ada yang berdoa 47 orang.


Dengan setengah bergumam dia bertanya,'Apakah diantara karyawanku,

kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?'


Jawab si Malaikat, “ Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak

Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu

semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik.

Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah”. Si pengusaha

tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat

dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia

menjaganya sepanjang malam.


Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di

kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi

sambil memangku si bungsu.


Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,'Anakku,

Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi

meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00'.


Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang

47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang

pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan.


“Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang

lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja

dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.”


'Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran

kalauseorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah

melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu,

pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat

berdoa buatkesembuhanmu. '


Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak

terbeban untuk berdoa bagi orang lain.

Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya

kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada

saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang

yang mengasihi dia.

Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan

kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.

Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain... Sebaliknya perbanyaklah berdoa

buat orang lain.


Terima kasih, karena pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan

phisiknya, tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan pelan, “Ya TUHAN

saya mencintaiMU dan membutuhkanMU, datang dan terangilah hati kami

sekarang...!!!.

Senin, 07 Juli 2008

REUNI DI PENDOPO SASONO UTOMO...….












Sudah sejak reuni citos….Yoyok mengundang kita semua 3P1 untuk bereuni lagi yang akan dibarengkan acara keluarga Yoyok…Nah seperti biasa, si duo dewi mulai umyek, Dewi dari solo…..langsung ngatur strategi supaya bisa bergabung, nah Dewi yang satu lagi umyek sms dan nelpun co konco…..

Berita pertama acara akan diadakan di cibubur, sehingga Ira sudah membayangkan..acara siang hari di area cibubur..maksudnya di kebun bunga yang luas….terbuka…..tapi akhirnya gak jadi masalah, acara diadakan di taman mini Pendopo Sasono Utomo hari minggu 6 juli 2008 pukul 19.00 waktu Indonesia bagian Agus, tepatnya pukul 20.30 waktu Indonesia bagian Suryo.

Yang pertama kali datang adalah Yoyok dengan beskap merahnya…..seperti patih Logender, ya wajar Yoyok datang pertama karena sing ngundang, alias sing duwe gawe.

Agus datang gasik….akhirnya bisa mbantu2 jadi penerima tamu…dan sebagai penunjuk jalan kita2 yang terlambat. Komentar Suryo tentang Agus : Agus sekarang santun sekali, sudah berubah…

Pratomo datang dengan mbak Pratomo, namanya lupa tidak diinfo kemarin, mbak Pratomo ikut ketawa terus…ternyata selama ini sudah mengikuti cerita polah tingkahnya 3P1, sehingga nyambung dengan kita-kita….kapan2 ikut kumpul mbak Pratomo ya biar awet enom.

Wiwik Mukaji datang dengan putrinya…lebih cantik dari ibunya, tapi masih polos, nggak ngedan kaya ibunya….saking semangatnya, kuah soto nyiprat ke baju batiknya.

Si cantik Ira datang sama anaknya….yang dicari yang anget-anget, nah dapat mie jawa. Saking akrabnya Ira, Susana dan Dewi melahap salad satu piring bareng2.

Rombongan terakhir yang datang Suryo, Susana dan Dewi…..di bilang telat yang nggak, tapi dibilang tepat ya nggak….Suryo dengan gayanya tetap, selalu bawa camera. Bertiga ini ampir2an….Suryo jemput Susana lalu jemput Dewi….nah itulah sebabnya lama di jalan, padahal kalau nggak macet, lokasi reuni cuma 10 menit dari rumah Dewi… …sampai Agus kebingungan clingak clinguk nunggunya, kelamaan...

Nah teman lain (3P1 Jakarta) yang belum bisa gabung…Hanik, Tikno, Eko, Atyanto, Krisnawan dan Kum…….Hanik sempat telpun ketika acara, tapi nggak sempat komunikasi, Eko masih berlibur dengan anak2 ke Bangkok, Krisnawan berlibur ke Yogya, Kum ke semarang dan Atyanto….biasa dengan jawaban…….”lihat situasi dan kondisi” Kalau Tikno….memang sibuk kalau di bulan genap…tapi bukankah juli itu bulan ganjil?

Nah yang janji mau datang tapi akhirnya belum bisa bergabung…..Gunarso yang rencananya mau nyangking teman2 dari Bandung…dan dokter Endang. Karena berbarengan acara di Surabaya, rencana akan ketemuan sama Sinarejo dan teman2 surabaya.

Dalam acara ini sempat dibahas rencana reuni akbar 3P1 di Yogyakarta akhir tahun 2008 dan acaranya pakai nginep. Tapi secara resmi rencana ini belum dilaporkan ke ibu ketua mbak Ani….yang tahun kemarin tidak hadir reuni di rumah Yoyok, hukumnya wajib datang pada acara reuni nanti.

Ternyata acara tetap yang memang menjadi favorit 3P1 adalah “foto bersama”….entah apa yang membuat kita2 seneng berfoto…yang jelas saya sendiri seneng banget kalau foto bareng2….sampai kapanpun, acara foto bareng itu tetap menjadi acara utama, foto itu akan menjadi kenangan manis bagi kita 3P1.

Nah inilah cerita singkat reuni di Pendopo Sasono Utomo, sebelum berpisah, Susana sudah bertanya : kapan kita reuni lagi?.*demitria

Minggu, 22 Juni 2008

BIARKAN TUHAN YANG MENILAIMU

Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu. Tetapi, tetaplah berbuat baik selalu.

Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois. Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.

Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman-teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.

Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.

Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja. Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.

Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia.

Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi, teruslah berbuat baik.

Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.

Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu.


-Mother Theresa-

Kamis, 12 Juni 2008

SAYA BAHAGIA KARENA BISA MEMBUAT DIA TERTAWA…………

oleh Demitria Dewi Hendaryati

Suatu hari saya berkunjung ke seorang teman yang sudah lama tidak ketemu, saya memang mendengar beerapa bulan yang lalu dia sakit, tapi saya tidak sempat nengok, maka kusempatkan kerumahnya…..

Di depan rumah yang besar dan mewah, kuparkir mobilku…..lalu kupencet bel rumah…keluarlah pembantu temanku yang belum pernah ku lihat…baru ya mbak disini? Ibu ada? Ibu belum bisa menemui tamu, sekarang ada di kamar, kata perempuan itu…..katakan saya datang, saya sahabatnya….tapi saya takut, katanya dengan suara pelan..…..Saya tidak menghiraukan kata-kata perempuan itu, saya nyelonong masuk ke dalam rumah dan langsung ke kamarnya yang tidak terkunci…….Ya Tuhan…saya berdiri diam di depan temanku yang juga terdiam ….kami hanya berpandangan tanpa mengucapkan sepatah katapun…….temanku duduk di kursi roda…..sambil mengeluarkan liurnya (ngeces) yang dia sendiri tidak bisa mengelapnya………

Ketika saya tersadar….saya hampiri dia dan saya cium rambutnya….yang tertata rapi….dan menangislah temanku…..nangislah….nangislah kawan…..

Apa kabar?.....masih suka ke Big Ben” katanya….kamu kok bisa masuk kesini? Aku tidak pernah ketemu teman-teman lagi sejak kondisiku begini . Saya sekarang tidak pernah kemana-mana, kecuali ke rumah sakit. Teman-teman tidak ada yang mau ke sini,tidak pernah ada yang menelpun aku….saya tidak mampu untuk menyela kalimatnya….karena memang saya sudah lama tidak menelpunnya, bukan saya tidak mau tapi memang karena kesibukan saya, sehingga saya lupa……

Saya tetap ingin kumpul sama teman-teman, komunikasi….tapi karena tidak ada yang menghubungi saya, maka saya sedih, teman-teman tidak ada yang mau lagi berteman denganku….kaki dan tanganku tidak bisa terkontrol lagi, sulit digerakan, saya tidak bisa reflek menggerakan tangan………….langsung saya menyela, saya tidak ke sini bukan saya tidak mau, tapi saya banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan, saya kangen kamu, saya sayang kamu….

Bolehkah saya ngajak teman-teman ke sini? Tanpa kuduga sebelumnya….temanku marah dan membentak saya..saya sangat kaget…..dia mulai menjauh dan menyendiri, tidak mau lagi ketemu orang lain, dia merasa orang akan mengejek dia.

Ketika dia membutuhkan teman…tidak ada satupun orang menanggapinya…suaminya sibuk, dua anaknya studi di luar negeri dan jarang menghubungi….saya sebagai sahabatnya sudah lama tidak menyapanya sejak sebelum dia sakit..…sehingga dia merasa sendiri, tidak ada orang yang mau datang ke rumahnya, tidak ada yang mau berteman dengannya. Lama kelamaan temanku yang tidak mau dihubungi orang lain termasuk saudara dan tetangganya, sehingga ini sangat memperburuk kondisi kesehatannya..…

Kuulangi kata-kataku, boleh saya main ke sini lagi?..kamu ingin dibawakan apa? Dia menjawab tanpa ekspresi…boleh, tapi sendiri ya, saya minta dibawakan koleksi fotomu tentang kita-kita. Sambil tertawa saya katakan padanya : kamu tetap cantik, rambutmu rapi dan wangi, Ternya perempuan yang membukakan pintu tadi adalah orang yang khusus merawat temanku, creambath, lulur dan lain sebagainya. Untuk apa dia merawat badan seperti itu, tapi dia tetap tidak percaya diri, tidak mau berhubungan dengan orang lain?

Kepercayaan diri temanku menurun, karena selain kondisinya yang tidak memungkinkan dia bergerak bebas lagi…...juga karena dia tidak pernah berhubungan dengan orang lain……..Saya akan membantumu kawan…..

Ketika saya berkunjung ke rumahnya lagi…dia sudah mulai gembira, walau kadang ada kata-kata yang mencerminkan kalau dia merasa tersinggung….tapi sudah bisa tertawa terbahak-bahak, ketika saya bercerita tentang pengalamanku yang lucu..dan kunjunganku kedua ini sangat mengagetkan saya….dia berdiri dan berjalan ….haah…kamu bisa berjalan?...saya juga baru sadar ternyata aku bisa berdiri dan berjalan, tanpa kursi roda…ternyata aku bisa…karena aku tidak pernah mencoba…..tapi aku sekarang masih malu…kenapa aku masih suka ngeces sendiri tanpa kusadari? Itu tidak jadi masalah, pasti nanti kamu sembuh……saya akan jadi doktermu, saya akan rutin kesini supaya kamu bisa tertawa terbahak-bahak…

Untuk sehat, janganlah mengurung diri..karena berteman, bersahabat, berkomunikasi dengan orang lain merupakan obat yang mujarab bagi kesembuhan orang yang sedang sakit. Jangan takut bertemu orang….tertawalah…gembiralah….

Dan…….sekarang temanku memang sudah sembuh…...sembuh total, saya sudah tidak bisa bertemu dia lagi….dia sudah sembuh dan bahagia di sisi Nya. Selamat jalan kawan, saya akan selalu mengenangmu. Saya merasa bahagia…karena saya sempat bisa membuatnya tertawa, di saat dia merasa sendiri……*demitri